Belajar dari Alam

Posted kompasiana.com , on 26 Februari 2013

Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal akan objek-objeknya, mencintai tanah air Indonesia dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dengan dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat kerena itulah kami naik gunung (Soe Hok Gie)

 tanjakan cinta, sumber: lomba foto avtech

 

Banyak orang bilang mendaki gunung adalah pekerjaan bodoh serta gila, buat capek, kotor, orang yang sering naik gunung adalah amor fati, mencintai kematian dan berbagai macam sebutan untuk seorang pendaki dari orang-orang awam yang sebenarnya belum benar-benar mengetahui hakekat dari mendaki gunung. Toh, para pendaki gunung tetap berjalan dengan tekad dan semangat yang kuat sambil menggendong carier dengan bangganya dan berkata “Gunung Aku Datang”

Pernahkah orang berpikir bahwa untuk mencapai puncak suatu gunung memerlukan suatu proses yang panjang dan melelahkan namun dibalik setiap proses yang dilalui tersimpan hikmah perjalanan hidup manusia dan bagaimana seseorang menghargai kehidupan. Disinilah seorang pendaki akan berproses dan proses inilah yang tidak dipahami dan dialamai oleh orang awam lainnya. Mungkin saja jika setiap orang memahami dan meresapi proses ini maka akan ramai yang akan mendaki gunung serta berpetualang di alam bebas.

 tenda, sumber: lomba foto avtech

Banyak hal yang harus dilakukan sebelum mendaki gunung, Salah satunya harus mengetahui keadaan medan yang akan dilalui serta berapa lama perjalanan yang akan ditempuh. Disinilah proses belajar itu dimulai, dimana kita mencoba memahami tempat yang akan dilewati walaupun kaki kita belum pernah melangkah kesana sebelumnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui keadaan medan yang akan ditempuh adalah mencari informasi melalui mereka yang pernah kesana sebelumnya atau melalui informasi media cetak seperti buku dan elektronik seperti internet. Diperlukan ketelitian dalam menyusun rencana perjalanan, agar semua dapat berjalan secara sistematis dan tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan bahkan dengan perencanaan perjalanan yang buruk dan tidak teratur dapat mengakibatkan kematian pendaki. Maka dari itu setiap pendaki harus lebih mengutamakan safety procedur tidak hanya berambisi ingin segera sampai ke puncak namun persiapan sangat minim, hal demikianlah yang seharusnya dihindari oleh seorang pendaki. Disinilah sebuah penghargaan terhadap hidup jelas terlihat. Melewati sebuah medan yang cukup berbahaya bahkan dapat merenggut nyawa namun dengan perencanaan dan perlengkapan yang matang, seorang pendaki dapat dengan mantap melangkah menuju puncak idaman.

Sebelum kaki melangkah menuju puncak, kita kan menemukan sebuah perkampungan yang terletak tidak jauh dari lokasi dimana sebuah gunung gagah berdiri. Perkampungan yang sarat dengan kehidupan sederhana bahkan terkadang mengalami kekurangan namun mereka tetap tidak melupakan budaya bangsa Indonesia yang telah lama hilang di kota yaitu, gotong royong dan kekeluargaan. Sangat kental terasa budaya itu masih dianut oleh tiap-tiap penduduk kampung. Sifat yang ramah tamah. Mereka tidak sibuk mengejar materi dengan melupakan tetangga bahkan keluarga, mereka menjalin hidup dengan keterbatasan yang mereka miliki namun masih ingin berbagi dan tolong menolong. Potret kehidupan kampung ini sangat membekas untuk tiap-tiap pendaki yang meresapinya bahkan ketika mereka kembali ke kota. Keinginan untuk menjalani kehidupan perkampungan yang sederhana itu sangat kuat, namun pengaruh dari luar serta sulitnya keadaan ekonomi membuat rakyat kita lupa untuk saling berbagi dan tolong menolong.

Ketika mulai mendaki banyak cobaan yang akan ditemui oleh seorang pendaki seperti rasa capek, dingin, mengantuk, serta rasa ingin menyerah yang jika diikuti akan meninggalkan sesal yang mendalam tapi disinilah proses penempaan itu. Seorang pendaki gunung yang menempa dirinya dengan kehidupan alam bebas yang buas namun bisa sangat bersahabat jika kita benar-benar mencintainya. Dalam proses ini pendaki belajar bagaimana bertahan hidup dengan perlengkapan seadanya serta bagaimana cara membangun kerja sama team yang solid jika pendakian dilakukan oleh lebih dari satu orang. Ego harus dibuang jauh –jauh karena sama sekali tidak akan membantu proses pendakian, bahkan malah memperkeruh keadaan. Para pendaki juga belajar untuk saling berbagi, berbagi tenda yang sempit, berbagi makanan yang seadanya serta saling tolong menolong jika salah satu sedang mendapat kesusahan. Namun sesulit apa pun yang mereka dapatkan perjalan itu tetap terasa nikmat dan akan sangat indah jika dikenang dan mulut-mulut para pendaki yang mengatup menahan dingin akan berguman “Terima Kasih Tuhan Atas Nikmat-Mu.”

Puncak adalah tujuan seorang pendaki gunung, ketika mereka menapaki puncak tersebut akan didapati pemandangan yang begitu luar biasa. Lukisan alam dari seorang pelukis ternama pun tak dapat menyamai keindahan lukisan sang Maha Agung yang nyata ini. Panorama yang akan menimbulakan rindu di setiap hati yang melihatnya. Awan dapat terlihat dengan menundukan kepala ketika kita berada dipuncak. Mulut pun tak hentinya mengucapkan kekaguman akan keindahan alam ciptaan Tuhan Sang Pemilik Kehidupan.

Hendry Dunnant pernah berkata “tidak akan hilang pemimpin suatu bangsa jika pemudanya masih ada yang suka masuk hutan, berpetualang di alam bebas dan mendaki gunung.” Tampaknya Bapak Pandu Dunia ini sangat mengerti bahwa bergiat di alam bebas ini akan membentuk pribadi seseorang yang menghargai hidup, pribadi yang menampakan ciri-ciri seorang pemimpin serta karekter-karekter lainnya yang peduli terhadap lingkungan, masyarakat bawah dan sanggup bertahan dengan cobaan yang datang dan mampu memanjemen perjalanan dengan baik dan sistematis agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hendaknya para pemimpin bangsa ini berkenan untuk mendaki gunung setidaknya berekreasi di alam bebas di sela-sela kesibukan yang padat untuk melihat bagaiman kondisi rakyat yang berada ditangannya dari dekat melalui sisi yang berbeda, atau setidaknya mencoba meresapi kata-kata Soe Hok Gie diatas. Sedangkan generasi muda yang seyogyanya pewaris peradaban dan pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini harusnya bisa menikmati alam yang ditempatinya dengan melewati proses yang semestinya memang harus dijalani sekaligus menjaganya dan melindunginya. Karena mendaki gunung dan berpetualang di alam bebas membentuk seorang pemimpin yang berkarakter yang peduli kepada rakyatnya

sumber: kompasiana.com
penulis: Abus Siraj Masiga


Adventure Never Dies

AVTECH FOR STORE

AVTECH FOR STORE

Contohnya seperti di @ozonadventure ini. Sahabat Avtech akan menemukan spot display yang berisikan sejumlah produk Avtech secara lengkap. ...
AVTECH FOR STORE

AVTECH FOR STORE

Avtech For Store merupakan maintenance program yang dilakukan oleh Avtech guna menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan toko rekanan. ...
Pembukaan Avtech Store di Plaza Festival Jakarta

Pembukaan Avtech Store di Plaza Festival Jakarta

Pengunjung melihat perlengkapan outdoor pada pembukaan Avtech Store di Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (2/2/2019). PT Indi Kusuma Anugrah Mandiri ...
Memasyarakatkan Produk Outdoor, Ini Gebrakan Kolaborasi Anak Negeri

Memasyarakatkan Produk Outdoor, Ini Gebrakan Kolaborasi Anak Negeri

Jakarta, 2 Februari 2019 ALAMISME.id Berlatar belakang dari ...
Yudhi Avtech: Bisnis Harus Ikuti Perubahan Perilaku Pasar

Yudhi Avtech: Bisnis Harus Ikuti Perubahan Perilaku Pasar

KedaiPena.Com – Owner produsen peralatan alam bebas Avtech, Yudhi Kurniawan mengatakan pentingnya memahami perubahan perilaku pasar dalam mengelola ...

Libur Lebaran Taman Nasional Komodo Dikunjungi 20 Ribu Wisatawan

Komodo | Foto: Istimewa KedaiPena.Com  Taman Nasional ...

Avtech Indonesia

RopeBag Ascend Pro 30 Sederhana dan fungsional


Dalam hidup; semua orang memiliki cerita, semua orang memiliki peran, dan semua orang memiliki arti. Berlakulah bijak agar kehidupan ini tetap dalam garis harmoni sang Ilahi. ­čö║ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorgear #outdoorequipment #legendisback #adventureneverdies #adventurebeginhere #Tuhanbersamapetualangsejati
Lembang, Bandung, menjadi tempat peringatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 pada 26 April dengan 53 juta partisipan se-Indonesia. Dalam pengamatan Antara di Bandung, Jumat, sejumlah peserta mulai memenuhi Lapangan Sesko TNI AU di Lembang. Mereka terdiri atas unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pramuka, militer, dan unsur terkait lainnya. Lembang menjadi lokasi peringatan HKB 2019 guna mengingatkan publik karena menyimpan potensi bencana Sesar Lembang. Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seiring HKB 2019 mengharapkan BPBD, organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten/kota dan provinsi dapat tampil optimal dalam mengukur kemampuan dan kekuatan daerah terkait dengan penanggulangan bencana. HKB pertama kali dicanangkan pada 2017. Pada puncak HKB 2019 akan diadakan deklarasi relawan bela alam, geladi lapang, penandatanganan nota kesepahaman, video konferensi, peluncuran buku katalog potensi bencana, penyerahan hadiah lomba literasi kebencanaan, penanaman pohon, dan pemberian bibit pohon kepada relawan untuk ditanam di sepanjang 29 kilometer patahan Sesar Lembang. Kegiatan akan diakhiri dengan penelusuran patahan Lembang yang berakhir di Tebing Karaton. Wartawan dan peserta akan dijelaskan oleh pakar tentang terjadinya patahan Sesar Lembang dan apa yang terjadi jika ada gempa bumi. *Antara ­čö║ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorequipment #outdoorgear #legendisback #adventureneverdies #adventurebeginhere #Tuhanbersamapetualangsejati #bnpb #HKB2019 #siapuntukselamat
Sahabat Avtech, dalam melakukan perjalanan (khususnya di alam bebas), kita sangat disarankan untuk dapat mengenali lokasi atau medan yang akan kita tempuh. Salah satu sarana untuk melakukannya adalah dengan menggunakan peta. Dalam hal ini jarak dan waktu tempuh pun sangat perlu untuk diperkirakan. Dan berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan perkiraan jarak dan waktu tempuh. . - Tentukan titik awal perjalanan di peta. - Tentukan titik tujuan perjalanan di peta. - Hitung jarak lintasan perjalanan (Jarak Peta, Jarak Datar, dan Jarak Sebenarnya). - Setelah perkiraan jarak sebenarnya diketahui, hitung waktu tempuh perjalanan dengan patokan sederhana: a. Kemampuan jelajah seseorang dengan beban ideal adalah 1 jam ekivalen dengan jarak 4-5 km/jam b. Beban ideal yang dibawa adalah 1/3 berat badan seseorang. Misal: berat seseorang 60kg, beban ideal yabg dibawa adalah 1/3 x 60kg = 20kg. - Perhatikan dan identifikasi kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam sebuah perjalanan. Hal ini akan memengaruhi waktu tempuh perjalanan kita. - Analisa perjalanan dan pergerakan kita. . Selalu ingat, jagalah kestabilitasan kondisi tubuh kita dalam melakukan perjalanan. ­čö║ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorequipment #outdoorgear #legendisback #adventureneverdies #adventurebeginhere #Tuhanbersamapetualangsejati
If we have positive attitude and constantly strive to give our best effort, eventually we will overcome our immediate problems and find that we are ready for greater challenges. ­čö║ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorgear #outdoorequipment #legendisback #adventureneverdies #adventurebeginhere #Tuhanbersamapetualangsejati
Pasti banyak dari Sahabat Avtech yang memiliki keinginan untuk mengajak buah hatinya untuk ikut dalam kegiatan outdoor para Sahabat, contohnya mendaki gunung. Lalu apa yang perlu dipersiapkan untuk mendaki gunung bersama sang buah hati? Berikut beberapa persiapan yang perlu diperhatikan oleh Sahabat Avtech semua: 1. Membawa baby carrier dan perlengkapan pakaian dari atas kepala hingga kaki si balita seperti kupluk/topi hangat dari wol atau bahan hangat lainnya. Pakaian ganti dengan pertimbangan layering, jaket, sarung tangan, kaos kaki, sepatu, yang dapat menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat selama dalam pendakian.┬áBawalah┬ásusu bayi terbaik balita anda sehingga tidak akan khawatir si kecil terkena gangguan pencernaan. 2. Membawa makanan ringan atau cemilan yang bisa dimakan di sepanjang perjalanan. Salah satu contohnya adalah coklat, makanan yang bagus untuk menambah kalori saat pendakian dan sangat digemari anak-anak.┬áBawalah P3K dan obat-obatan yang sekiranya diperlukan jika terjadi keadaan darurat kepada si bayi. Tentu ayah bunda lebih tahu obat apa yang paling diperlukan oleh si kecil.┬áBawa mainan agar ia tidak bosan selama dalam pendakian. Bisa saja mainan kesukaan dia saat di rumah, buku cerita, boneka kecil, atau benda-benda yang biasa dijadikan ayah bunda alat peraga untuk mengajak si kecil bermain saat di rumah. 3. Membawa buku dan alat tulis sehingga si kecil dapat menuliskan perjalanannya misal mencatat tumbuhan atau hewan apa yang ditemui selama dalam pendakian. Atau bisa juga membawa pensil warna/spidol/crayon untuk menggambar benda/tumbuhan/hewan yang ia temui selama dalam perjalanan. 4. Membawa diaper agar si kecil tetap nyaman saat perjalanan maupun ketika tidur di tenda. 5. Membawa peta jalur pendakian agar si kecil tahu sampai dimana, karena ia akan selalu menjadi yang paling rajin bertanya, berapa lama lagi, sudah sampai mana, kapan sampainya, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin ia sangat ingin tahu pasti jawabannya. (Linasasmita) ­čö║ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorgear #outdoorequipment #legendisback #adventureneverdies #adventurebeginhere #Tuhanbersamapetualangsejati
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal┬á2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara,┬ápahlawan nasional┬áyang dihormati sebagai bapak pendidikan┬ánasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era┬ákolonialisme┬áBelanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah┬áHindia Belanda┬ápada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama┬áTaman Siswasetelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai┬ámenteri pendidikan┬ásetelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya,┬átut wuri handayani┬á("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26┬áApril┬á1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. (wikipedia) ­čö║ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorgear #outdoorequipment #legendisback #adventureneverdies #adventurebeginhere #Tuhanbersamapetualangsejati #hardiknas2019